Lewat Pendampingan Sosial dan Lingkungan, Pasca Bencana 2024, BNPB Bangkitkan Kampung Haji dan Gunung Batu

Advetorial2 Dilihat

Sukabumi – Badan Nasional Penanggulangan Bencana bersama Universitas Indonesia serahkan bantuan stimulan untuk pemulihan warga terdampak bencana di Kampung Haji Desa Kerta Angsana Kabupaten Sukabumi Jawa Barat pada Rabu 28 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pemulihan pascabencana banjir tanah bergerak tanah longsor dan angin kencang yang terjadi pada Desember 2024. Oleh karena itu program fokus di Kampung Gunung Batu dan Kampung Haji Desa Kerta Angsana Kecamatan Nyalindung yang menjadi lokasi relokasi warga terdampak tanah bergerak.

Selain itu bantuan mencakup dua sektor utama yakni pendampingan sosial serta pemulihan dan peningkatan produktivitas sumber daya alam dan lingkungan hidup.

BNPB Tekankan Pemulihan Tidak Hanya Fisik

Direktur Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Hidup BNPB Luqmanul Hakim S.T. M.T. menyampaikan fase pascabencana butuh waktu panjang. Kemudian pemulihan tidak cukup fokus pada bangunan fisik saja.

Menurutnya pemulihan harus mencakup kehidupan sosial penguatan kapasitas masyarakat dan perbaikan lingkungan hidup. Oleh karena itu keterbatasan sumber daya menuntut program berjalan selektif berdasarkan kajian kebutuhan.

“Kerja sama dengan perguruan tinggi termasuk Universitas Indonesia diharapkan dapat mendukung intervensi yang diberikan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak,” ujar Luqmanul.

Bantuan Sosial untuk Karang Taruna Posyandu dan DKM

Pada sektor pendampingan sosial bantuan stimulan diberikan kepada tiga kelompok penerima manfaat yaitu Karang Taruna Kampung Haji Posyandu Kenangan X dan Dewan Kemakmuran Masjid Masjid Jami Darul Hajj.

Bantuan yang disalurkan meliputi sarana dan prasarana pelayanan posyandu alat antropometri dan kesehatan perlengkapan penyuluhan dan pencatatan kebutuhan masjid dan Taman Pendidikan Al-Qur’an pojok baca untuk PAUD dan madrasah serta sarana kegiatan kepemudaan dan olahraga.

Oleh karena itu dukungan tersebut diharapkan dapat aktifkan kembali kegiatan sosial kemasyarakatan tingkatkan pelayanan kesehatan dasar dukung pendidikan dan kegiatan keagamaan serta perkuat interaksi sosial dan semangat gotong royong di lokasi relokasi.

Ketua Tim Pelaksana Pendampingan Sosial Nazarudin M.A. menyampaikan bantuan stimulan diharapkan dorong masyarakat bangkit setelah terdampak bencana.

Ia mengajak seluruh kelompok penerima manfaat manfaatkan bantuan sesuai peruntukan. Selain itu Tim Universitas Indonesia nyatakan siap jadi mitra diskusi bagi masyarakat dan pemangku kepentingan guna dukung keberlanjutan pendampingan sosial.

1500 Bibit dan Mesin Olah Sampah untuk Petani

Selain pemulihan sosial BNPB bersama Universitas Indonesia juga laksanakan pendampingan pemulihan dan peningkatan produktivitas sumber daya alam dan lingkungan hidup. Bantuan yang disalurkan mencakup 1.500 bibit tanaman untuk agroforestri peralatan pertanian bagi 38 anggota kelompok masyarakat tiga unit mesin pencacah sampah organik serta 13 fasilitas pengolahan sampah menjadi pupuk dan instalasi biopori.

Ketua Tim Pelaksana Pemulihan dan Peningkatan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Universitas Indonesia Prof. Dr. Tito Latif Indra S.Si. M.Si. menjelaskan bantuan tersebut rancang untuk jawab kebutuhan masyarakat dalam pulihkan lahan terdampak bencana sekaligus perkuat pengelolaan lingkungan.

Kegiatan pemulihan sasar tiga kelompok masyarakat. Kelompok Tani Hurip di Kampung Gunung Batu dapat dukungan untuk kegiatan agroforestri sedangkan Kelompok Tani Lestari di Kampung Haji dapat dukungan melalui penanaman tanaman pagar. Sementara itu Kelompok Masyarakat Wening di Kampung Haji peroleh dukungan untuk pengolahan sampah dan limbah organik.

Melalui kegiatan agroforestri bibit tanaman dan peralatan pertanian diharapkan jadi modal awal bagi masyarakat untuk kembangkan kembali lahan yang terdampak. Selain itu mesin pencacah sampah fasilitas pengolahan sampah menjadi pupuk dan instalasi biopori diharapkan dukung pengelolaan sampah organik secara lebih produktif dan ramah lingkungan.

Kolaborasi Jaga Keberlanjutan Build Back Better

Pelaksanaan program pendampingan sosial dan P4SDALH lakukan melalui beberapa tahapan mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah kajian lokasi dan kebutuhan masyarakat pembentukan kelompok penyusunan intervensi kegiatan hingga penyerahan bantuan stimulan. Kemudian tahapan selanjutnya meliputi bimbingan teknis untuk tingkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam kelola dan manfaatkan bantuan.

Kolaborasi BNPB BPBD Kabupaten Sukabumi pemerintah desa Universitas Indonesia dan kelompok masyarakat jadi bagian penting dalam pastikan program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Oleh karena itu dukungan pemerintah daerah juga diperlukan untuk jaga keberlanjutan kegiatan termasuk melalui penguatan kelembagaan dan legalitas kelompok masyarakat penerima manfaat.

BNPB berharap pemerintah daerah dapat integrasikan hasil pendampingan ke dalam program pembangunan sesuai kewenangan dan prioritas daerah. Sementara itu kelompok penerima manfaat diharapkan jaga kelola dan kembangkan bantuan secara bertanggung jawab agar manfaat dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Melalui prinsip Build Back Better Safer and Sustainable pemulihan pascabencana di Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya kembalikan aktivitas masyarakat tetapi juga perkuat ketahanan sosial tingkatkan produktivitas lingkungan dan kurangi kerentanan terhadap risiko bencana di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *